Perusahaan jasa merupakan perusahaan dengan aktivitas utama memberikan pelayanan jasa atau menjual jasa. Terdapat 4 karakteristik yang membedakan perusahhan jasa dengan dagang, yaitu:
1. Tidak berwujud. Sifat jasa dak memiliki wujud fisik yang dapat dilihat dan diraba
2. Tidak dapat dipisahkan. Tidak ada pemisahan antara produksi dan penjualan jasa. Produksi dan penjualan jasa terjadi secara bersamaa.
3. Berubah-ubah. jasa memiliki sifat tidak dapat di standarisasi arena sangat bergantung pada selera, waktu, tempat, dan karakteristik konsumen
4. Tidak dapat disimpan. jasa memiliki sifat tidak dapat disimpan untuk dijual kembali pada waktu yang berbeda.
SIKLUS AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN JASA
Proses akuntansi pada perusahaan jasa juga dimulai dengan transaksi, berakhir dengan laporan keuangan, dan siap untuk mencatat transaksi berikutnya. Proses kegiatan pencatatan akuntansi sebagai suatu siklus akuntansi terdiri dari kegiatan sebagai berikut:
1. Mempersiapkan dan mengumpulkan bukti transaksi.
2. Mencatat transaksi dalam buku harian/jurnal.
3. Memindahkan transaksi dari jurnal ke akun buku besar (posting).
4. Membuat neraca saldo.
5. Mempersiapkan data penyesuaian
6. Membuat kertas kerja.
7. Menyusun laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan).
8. Membuat ayat penutup dan menutup akun buku besar
9. Membuat neraca saldo setelah tutup buku.
10. Membuat ayat jurnal pembalik
PEMBUATAN KODE AKUN
Dalam proses pencatatan akuntansi, perusahaan banyak menggunakan akun. Akun tersebut dikelompokan sesuai dengan jenis akun, misalnya kelompok aktiva, hutang, modal, pendapatan, dan beban. Tiap kelompok terdiri dari bebrapa akun. Jumlah akun tergantung pada besar kecilnya perusahaan, jenis perusahaan dan sejauh mana perusahaan ingin mengungkapkan informasi keuangan pada pemakai. Tujuan pembuatan kode akun :
1. Memudahkan dalam mengelompokan akun.
2. Membantu proses pencatatan akuntansi, karena dengan kode akun lebih cepat mencari akun yang dicari.
3. Memudahkan dalam mengingat dan mempercepat pencatatan , karena kode akun telah mewakili nama-nama yang bersangkutan.
MODEL KODE AKUN
· Numerial. Adalah kode akun dengan menggunakan nomor (angka). Model nomor dapat dibuat dengan tiga cara sebagai berikut:
1. Kelompok . kode angka dibuat berdasarkan kelompok akun. Contoh:
a. Kelompok aktiva dengan nomor 1.
b. Kelompok hutang dengan nomor 2.
c. Kelompok model dengan nomor 3.
d. Kelompok pendapatan dengan nomor 4.
e. Kelompok beban dengan nomor 5.
Tiap kelompok akun teerdiri atas akun yang disusun secara berurutan, berdasarkan kriteria masing-masing. Panjangnya nomor akun tergantung dari detil akun yang akan dibuat. Angka yang makin ke belakang makin detil menjelaskan kelompok akun.
![]()
![]()
![]()
1 1 1 1
Jenis akun kas
Sub golongan akun : Aktiva lancar non persediaan
Golongan akun : Aktiva lancar
Kelompok akun : Aktiva
2. Blok. Kode akun dengan angka dibuat menjadi blok berdasarkan kelompok akun, antara lain aktiva, hutang, modal, beban, dan pendapatan. Contoh:
a. Kelompok Aktiva nomor 100-199
b. Kelompok Hutang nomor 200-299
c. Kelompok Modal nomor 300-399
d. Kelompok Pendapatan nomor 400-499
e. Kelompok Beban nomor 500-599
3. Kode nomor berurutan. Dengan kode nomor berurutan, akun diberikan nomor secara berurutan, nomor yang digunakan dapat dimulai dari 1, 100 atau sesuai dengan yang diinginkan.
4. Model numerial menggunakan nomor berurutan
| Nomor Kode | Nama Akun |
| 100 | Kas |
| 101 | Bank |
| 102 | Piutang Usaha |
| 103 | Wesel tagih |
| 201 | Hutang usaha |
| 202 | Wesel bayar |
· Desimal. Pemberian kode menurutmetode ini adalah berdasarkan kelompok dan subkelompok atau jenis akun, sementara antara kelompok dan sub kelompok dipisahkan dengan titik
Model kode akun desimal
| Nama Akun | Kelompok | Sub Kelompok | Urutan | No. Kode |
| Kas Perlengkapan Gedung Hutang dagang Hutang hipotik Beban gaji Beban bunga | Aktiva (1) Aktiva (1) Aktiva (1) Hutang (2) Hutang (2) Beban (5) Beban (5) | Aktiva lancar (1) Aktiva lancar (1) Aktiva tetap (3) Hutang lancar (1) Hutang jangka panjang (2) Beban Usaha (1) Beban Lain (3) | 1 4 4 1 1 1 1 | 1.1.1 1.1.4 1.3.4 2.1.1 2.2.1 5.1.1 5.3.1 |
· Mnemonik. Mnemonik adalah kode akun dengan menggunakan huruf, teknik
mnenonik sama dengan numerial.
| Kelompok | Kode | Jenis Akun | Urutan | Kode Akun |
| Aktiva | A | Kas Piutang Usaha Perlengapan Gedung | A B C F | Aa Ab Ac Af |
| Hutang | B | Hutang Usaha Hutang Iklan | A C | Ba Bc |
| Modal | C | Modal Arya Prive Arya | A B | Ca Cb |
| Pendapatan | D | Pendapatan Usaha Pendapatan Sewa | A B | Da Db |
| Beban | E | Beban Gaji Beban Iklan Beban Bunga | A B H | Ea Eb Eh |
· Campuran huruf dan angka.
| Kelompok | Kode | Jenis Akun | Urutan | Kode Akun |
| Aktiva | A | Kas Piutang Usaha Perlengapan Gedung | 1 2 3 4 | A1 A2 A3 A4 |
| Hutang | B | Hutang Usaha Hutang Iklan | 1 2 | B1 B2 |
| Modal | C | Modal Arya Prive Arya | 1 2 | C1 C2 |
| Pendapatan | D | Pendapatan Usaha Pendapatan Sewa | 1 2 | D1 D2 |
| Beban | E | Beban Gaji Beban Iklan Beban Bunga | 1 2 4 | E1 E2 E4 |
PENGGOLONGAN AKUN
Masing-masing akun dapat dikelompokan menjadi dua kelompok. Yaitu akun rill dan akun nominal.
· Akun nominal. Merupakan akun-akun yangberada di laporan laba rugi. Tiap akhir periode akun ini harus ditutupoleh jurnal penutup. Semua akun ini akan ditutup pada akun ikhtisar laba rugi. Pada awal periode, saldo dari akun ini akan bernilai nol. Berikut contohnya :
Pendapatan-pendapatan Rp. XXX
Ikhtisar laba rugi Rp. XXX
Jika dilihat dari mekanisme penutupannya maka akan terlihat bahwa akun ikhtisar laba rugi merupakan suatu akun yang menyerap efek pencatatan pendapatan dan beban yang dlakukan perusahaan. Ikhtisar laba rugi akan menjadi komponen dari ekuitas yang akan menambah atau mengurangi nilai ekuitas tersebut, jadi, dampak pencatatan akun nominal dan akun rill telah tercermin di neraca saldo karena kehadiran aun ikhtsar laba rugi.
· Akun Rill akun rill merupaka akun-akun yang terdapat di neraca saldo, antara lain terdiri dari akun-akun aktiva, hutang, dan ekuitas. Tiap akhir periode, akun-akun inik tidak ditutup, sehingga pada awal periode akun-akun rill akan memiliki saldo dari periode-periode yang lalu.
KARAKTERISTIK SATU AKUN
Tiap akun paling tidak memiliki tiga bagian. Pertama memiliki judul. Judul ini dapat diberikan sesuai dengan transaksi yang akan dicatat dalam akun tersebut, kedua, memiliki ruang untuk mencatat peningkatan pos atau item bersangkutan. Ketiga, memiliki ruang untuk mencatat peningkatan jumlah pos bersangkutan. Bentuk akun sebagaimana terlihat dibawah ini dinamakan akun T (T Account)
![]()
Judul
Sisi kiri sisi kanan
Debit Kredit
BUKTI-BUKTI TRANSAKSI
Transaksi dalam perusahaan jasa dibagi menjadi dua: (1) transaksi yang mengakibatkan keluar dan (2) transaksi yang mengakibatkan kas masuk.
Transaksi pengeluaran kas
Transaksi pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan seringkali terjadi untuk pembelian peralatan ataupun perlengkapan kantor dan pelunasan hutang kepada pihak lain.
· Transaksi pembelian. Pengeluaran kas untuk pembelian antara lain dilakuakan untuk membeli keperluan kantor, seperti perlengkapan kantor dan aset tetap. Pembelian tersebut akan dilakukan secara tunai maupun kredit, jika pembelian dilakuakn secara tunai, bukti yang harus dibuat adalah nota kontan. Sementara itu pembelian yang dilakukan secara kredit harus menyertakan bukti berupa faktur pembelian.
1. Nota kontan. Nota kontan adalah bukti transaksi yang kita terima atas pembelian barang secara tunai dari penjual.
2. Faktur pembelian. Faktur pembelian adalah bukti transaksi yang kita terima atas pembelian barang secara kredit.
· Transaksi pelunasan hutang. Setelah melakukan pembelian secara kredit. Perusahaan harus melakukan kewajiban membayar hutangnya kepada supplier. Pengeluaran kas untuk membeyar hutang tersebut harus melalui persetujuan manajer keuangan. Selain itu transaksi ini juga harus menyertakan bukti berupa cek dan bukti kas keluar.
1. Cek. Cek adalah bukti transaksi yang harus kita buat saat terjadi pembayaran pada pihak lain (pelanggan, penjual dan karyawan) melalui akun bank perusahaan, pihak lain tersebut akan mendapatkan dana ketika menukarkan cek yang telah kita berikan sejumlah yang tertera.
2. Bukti kas keluar. Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kas sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Kas tersebut dikeluarkan untuk melakuakn pembayaran hutang kepada pihak lain. Bukti ini hanya dibuat intern perusahaan, arena hanya untuk keperluan pencatatan saja.
· Transaksi penerimaan kas. Transaksi penerimaan kas yang dilakukan oleh perusahaan seeringkali terjadi akibat pembayaran secara tunai dari pelanggan atas penyelesaian jasa atau pelunasan piutang dari pelanggan.
· Transaksi pembayaran tunai. Transaksi pembayaran tunai terjadi saat pelanggan membayar secara tunai atas penyerahan jasa perusahaan yang telah dilakukan. Transaksi ini mengharuskan perusahaan membuat bukti penerimaan berupa kuitansi. Sejumlah kuitansi memakai sus dan sebagian lagi tidak memakai sus. Sus kuitansi adalah bagian kuitansi yang tertinggal pada buku kuitansi sebagai bukti penerimaan uang. Kuitansi yang tidak memakai sus biasanya dibuat rangkap dua, tembusannya sebagai pengganti sus.
· Transaksi pelunasan piutang. Tdak semua pembayaran atas jasa perusahaan terjadi secara tunai. Pelanggan dapat melakukan pembayaran secara kredit, sehingga penerimaan pendapatan perusahaan terjadi secara kredit. Penerimaan secara kredit ini harus menyertakan bukti berupa bukti kas masuk. Bukti ini hanya dibuat untuk intern perusahaan
Selain transaksi yang mengakibatkan aliran kas masuk dan keluar perusahaan, ada pula transaksi yang tidak membawa dampak pada kas perusahaan. Pada transaksi-transaksi tersebut dibuatkan bukti memorial.
makasih infonya
BalasHapushttp://gegesek.blogspot.com/